(1)
jumaat..kopi o, telur separuh masak dan roti bakar.
kedai kopi kemaman hotel.kedai cina.
ada tanda 'orang islam dilarang meminum minuman keras'.
berserapan pagi.kebiasaanya di haipeng.
tukar kedai pada hari minggu.
(2)
perut dah diisi.bermulalah buang masa ke kolumpur.
dengan tujuan utama 'minum air di KL'.
melepasi jabor.tiba2 popular sejak ada tol.
dulu kawasan komunis.
singgah hentian temerloh.teh o dan bihun sup.
entah dari mana..muncul bos cik man dan driver.
'berigat bodo' dengan bos.
macam janji, muncul pula bos cik wa dengan isteri.
hey orang bujang, ke mana korang.
(3)
jam 2 petang.sampai KL.Ciklah tinggalkan aku kat stesen monorel chowkit.
ciklah ke putrajaya jumpa cintanya.dari chowkit ke pasar seni.
jalan kaki.hobi paling digemari.tengok orang, tengok cinta.
lepak jap pasar seni.tengok lukisan.tengok harapan.
(4)
KL sentral.padat..macam ulat.
dua kali komuter ke mid valley aku tak dapat masuk.
ke monorel.tuju bukit bintang.naik sungai wang.turun lot 10.
macam-macam gelagat.macam-macam tabiat.
ke the mall untuk ke komuter putra.
turun sungai buloh.
ada cerita sebalik komuter.
berbual dengan makcik cina.dia sedang menunggu anakanda tercinta balik untuk menyambut 'lebaran'.
dia tinggal kat kota damansara.keje menolong orang buat rumah.
siapa kata semua orang cina kaya.
kulit dah berkedut masih membanting tulang.menyara keluarga.
suami pun keje buruh kasar.
makcik cina tu cakap, hari ini semua mahal.
ada duit boleh raya.takde duit hidup macam biasa.
(5)
sebelum meninggalkan stesen sungai buloh.
selamat tahun baru cina makcik.
..dan dia balas, terima kasih.
Sunday, January 30, 2011
Friday, January 21, 2011
memperingati w.s rendra
Kita adalah angkatan gagap
yang diperanakkan oleh angkatan takabur.
Kita kurang pendidikan resmi di dalam hal keadilan,
karena tidak diajarkan berpolitik,
dan tidak diajar dasar ilmu hukum
Kita melihat kabur pribadi orang,
karena tidak diajarkan kebatinan atau ilmu jiwa.
Kita tidak mengerti uraian pikiran lurus,
karena tidak diajar filsafat atau logika.
Apakah kita tidak dimaksud untuk mengerti itu semua ?
Apakah kita hanya dipersiapkan untuk menjadi alat saja ?
inilah gambaran rata-rata pemuda tamatan SLA,
pemuda menjelang dewasa.
Dasar pendidikan kita adalah kepatuhan.
Bukan pertukaran pikiran.
Ilmu sekolah adalah ilmu hafalan,
dan bukan ilmu latihan menguraikan.
Dasar keadilan di dalam pergaulan,
serta pengetahuan akan kelakuan manusia,
sebagai kelompok atau sebagai pribadi,
tidak dianggap sebagai ilmu yang perlu dikaji dan diuji.
Kenyataan di dunia menjadi remang-remang.
Gejala-gejala yang muncul lalu lalang,
tidak bisa kita hubung-hubungkan.
Kita marah pada diri sendiri
Kita sebal terhadap masa depan.
Lalu akhirnya,
menikmati masa bodoh dan santai.
Di dalam kegagapan,
kita hanya bisa membeli dan memakai tanpa bisa mencipta.
Kita tidak bisa memimpin,
tetapi hanya bisa berkuasa,
persis seperti bapak-bapak kita.
Pendidikan negeri ini berkiblat ke Barat.
Di sana anak-anak memang disiapkan
Untuk menjadi alat dari industri.
Dan industri mereka berjalan tanpa berhenti.
Tetapi kita dipersiapkan menjadi alat apa ?
Kita hanya menjadi alat birokrasi !
Dan birokrasi menjadi berlebihan
tanpa kegunaan -
menjadi benalu di dahan.
Gelap. Pandanganku gelap.
Pendidikan tidak memberi pencerahan.
Latihan-latihan tidak memberi pekerjaan
Gelap. Keluh kesahku gelap.
Orang yang hidup di dalam pengangguran.
Apakah yang terjadi di sekitarku ini ?
Karena tidak bisa kita tafsirkan,
lebih enak kita lari ke dalam puisi ganja.
Apakah artinya tanda-tanda yang rumit ini ?
Apakah ini ? Apakah ini ?
Ah, di dalam kemabukan,
wajah berdarah
akan terlihat sebagai bulan.
Mengapa harus kita terima hidup begini ?
Seseorang berhak diberi ijazah dokter,
dianggap sebagai orang terpelajar,
tanpa diuji pengetahuannya akan keadilan.
Dan bila ada ada tirani merajalela,
ia diam tidak bicara,
kerjanya cuma menyuntik saja.
Bagaimana ? Apakah kita akan terus diam saja.
Mahasiswa-mahasiswa ilmu hukum
dianggap sebagi bendera-bendera upacara,
sementara hukum dikhianati berulang kali.
Mahasiswa-mahasiswa ilmu ekonomi
dianggap bunga plastik,
sementara ada kebangkrutan dan banyak korupsi.
Kita berada di dalam pusaran tatawarna
yang ajaib dan tidak terbaca.
Kita berada di dalam penjara kabut yang memabukkan.
Tangan kita menggapai untuk mencari pegangan.
Dan bila luput,
kita memukul dan mencakar
ke arah udara
Kita adalah angkatan gagap.
Yang diperanakan oleh angkatan kurangajar.
Daya hidup telah diganti oleh nafsu.
Pencerahan telah diganti oleh pembatasan.
Kita adalah angkatan yang berbahaya.
yang diperanakkan oleh angkatan takabur.
Kita kurang pendidikan resmi di dalam hal keadilan,
karena tidak diajarkan berpolitik,
dan tidak diajar dasar ilmu hukum
Kita melihat kabur pribadi orang,
karena tidak diajarkan kebatinan atau ilmu jiwa.
Kita tidak mengerti uraian pikiran lurus,
karena tidak diajar filsafat atau logika.
Apakah kita tidak dimaksud untuk mengerti itu semua ?
Apakah kita hanya dipersiapkan untuk menjadi alat saja ?
inilah gambaran rata-rata pemuda tamatan SLA,
pemuda menjelang dewasa.
Dasar pendidikan kita adalah kepatuhan.
Bukan pertukaran pikiran.
Ilmu sekolah adalah ilmu hafalan,
dan bukan ilmu latihan menguraikan.
Dasar keadilan di dalam pergaulan,
serta pengetahuan akan kelakuan manusia,
sebagai kelompok atau sebagai pribadi,
tidak dianggap sebagai ilmu yang perlu dikaji dan diuji.
Kenyataan di dunia menjadi remang-remang.
Gejala-gejala yang muncul lalu lalang,
tidak bisa kita hubung-hubungkan.
Kita marah pada diri sendiri
Kita sebal terhadap masa depan.
Lalu akhirnya,
menikmati masa bodoh dan santai.
Di dalam kegagapan,
kita hanya bisa membeli dan memakai tanpa bisa mencipta.
Kita tidak bisa memimpin,
tetapi hanya bisa berkuasa,
persis seperti bapak-bapak kita.
Pendidikan negeri ini berkiblat ke Barat.
Di sana anak-anak memang disiapkan
Untuk menjadi alat dari industri.
Dan industri mereka berjalan tanpa berhenti.
Tetapi kita dipersiapkan menjadi alat apa ?
Kita hanya menjadi alat birokrasi !
Dan birokrasi menjadi berlebihan
tanpa kegunaan -
menjadi benalu di dahan.
Gelap. Pandanganku gelap.
Pendidikan tidak memberi pencerahan.
Latihan-latihan tidak memberi pekerjaan
Gelap. Keluh kesahku gelap.
Orang yang hidup di dalam pengangguran.
Apakah yang terjadi di sekitarku ini ?
Karena tidak bisa kita tafsirkan,
lebih enak kita lari ke dalam puisi ganja.
Apakah artinya tanda-tanda yang rumit ini ?
Apakah ini ? Apakah ini ?
Ah, di dalam kemabukan,
wajah berdarah
akan terlihat sebagai bulan.
Mengapa harus kita terima hidup begini ?
Seseorang berhak diberi ijazah dokter,
dianggap sebagai orang terpelajar,
tanpa diuji pengetahuannya akan keadilan.
Dan bila ada ada tirani merajalela,
ia diam tidak bicara,
kerjanya cuma menyuntik saja.
Bagaimana ? Apakah kita akan terus diam saja.
Mahasiswa-mahasiswa ilmu hukum
dianggap sebagi bendera-bendera upacara,
sementara hukum dikhianati berulang kali.
Mahasiswa-mahasiswa ilmu ekonomi
dianggap bunga plastik,
sementara ada kebangkrutan dan banyak korupsi.
Kita berada di dalam pusaran tatawarna
yang ajaib dan tidak terbaca.
Kita berada di dalam penjara kabut yang memabukkan.
Tangan kita menggapai untuk mencari pegangan.
Dan bila luput,
kita memukul dan mencakar
ke arah udara
Kita adalah angkatan gagap.
Yang diperanakan oleh angkatan kurangajar.
Daya hidup telah diganti oleh nafsu.
Pencerahan telah diganti oleh pembatasan.
Kita adalah angkatan yang berbahaya.
Tuesday, January 18, 2011
lebai.
di bawah ni sebuah puisi yang dibacakan oleh lebai, budak fakulti seni dan gunaan. lebai antara kawan-kawan yang menyertai projek giler kat kolej alamanda, unimas pada tahun 2005. dan 2011, aku kembali mencari di mana lebai sekarang. setelah tali silaturrahim itu terputus di sebalik sungai rejang.
"tertipu laungan"
Aku masih ingat…
Subuh itu
Aku bangun dari perbaringan
Walhal ada yang masih lena di kala itu
Mungkin aku terpilih kerana percaturan yang aku sendiri tidak tahu
Laungan tersebut dari mulut seorang gembala
Mengenai perjuangan membebaskan bangsa..pertiwi.. minda. dan agama
Ramai pemuda pemudi
Dari segenap lorong keramat dan kedai kopi
Terdengar paluan hiruk pikuk gendang peperangan
Bergegar seluruh bumi serta umat timur dan barat
Bangkit kejalanan!
Kami keluar…
Mencari agar ketemu…
Pemukul gendang dan panglima perang yang bersilat ditengah gelanggang
Hati kami luka luka kecil
Badan letih lesu tapi puas
Pencarian kami hujungnya longlai
Tidak ada pertempuran hebat mahupun orang bersilat digelanggang
Mempertahankan agama…bangsa…pertiwi dan minda
Di atas bukit tinggi itu…
Yang ada hanya
Pertandingan bogel membogelkan air muka dua orang pelakon utama
Pertandingan bogel membogelkan…
Sketsa opera
laungan…gendang…dan hiruk pikuk peperangan semakin surut
Akhirnya marhein..
ulamak..
ibu bapa.
mahasiswa
dan pelajar tabika jualah yang setia di rumah setinggan
makan nasi lauk kepala ikan bilis di atas pinggan ayan
rentetan peperangan ilusi minda pemimpin keparat
Tidak adapun pertemuan baru yang membahagiakan kami
Kami pulang ke rumah masing masing
Untuk tidur
Dan di subuh berikutnya tiada lagi laungan penipuan gembala itu
Yang jelas hanya…
Kedengaran laungan muazin di hujung kampong
Mempersilakan tetamu istimewa berkumpul mencari redha
Kami sedar mungkin rahmat telah turun semula
Setelah kami tertipu seketika mendengar laungan gembala dahulu
Lalu segerombolan umat sekali lagi sedar dan pergi ke jalanan
Kali ini sedikit berbeda
Tidak ada gendang…panglima..orang bersilat ataupun gembala
Tetapi yang ada hanya gelanggang seluas alam maya
Dan terpulang kepada kami untuk bersilat atau tidak
Dihadapan PENCIPTA kami…
fauzi-MFA
TELAH DI DEKLAMASIKAN PADA MALAM KEMBARA SENI 2005
KOLEJ ALAMANDA KAMPUS TETAP UNIMAS
"tertipu laungan"
Aku masih ingat…
Subuh itu
Aku bangun dari perbaringan
Walhal ada yang masih lena di kala itu
Mungkin aku terpilih kerana percaturan yang aku sendiri tidak tahu
Laungan tersebut dari mulut seorang gembala
Mengenai perjuangan membebaskan bangsa..pertiwi.. minda. dan agama
Ramai pemuda pemudi
Dari segenap lorong keramat dan kedai kopi
Terdengar paluan hiruk pikuk gendang peperangan
Bergegar seluruh bumi serta umat timur dan barat
Bangkit kejalanan!
Kami keluar…
Mencari agar ketemu…
Pemukul gendang dan panglima perang yang bersilat ditengah gelanggang
Hati kami luka luka kecil
Badan letih lesu tapi puas
Pencarian kami hujungnya longlai
Tidak ada pertempuran hebat mahupun orang bersilat digelanggang
Mempertahankan agama…bangsa…pertiwi dan minda
Di atas bukit tinggi itu…
Yang ada hanya
Pertandingan bogel membogelkan air muka dua orang pelakon utama
Pertandingan bogel membogelkan…
Sketsa opera
laungan…gendang…dan hiruk pikuk peperangan semakin surut
Akhirnya marhein..
ulamak..
ibu bapa.
mahasiswa
dan pelajar tabika jualah yang setia di rumah setinggan
makan nasi lauk kepala ikan bilis di atas pinggan ayan
rentetan peperangan ilusi minda pemimpin keparat
Tidak adapun pertemuan baru yang membahagiakan kami
Kami pulang ke rumah masing masing
Untuk tidur
Dan di subuh berikutnya tiada lagi laungan penipuan gembala itu
Yang jelas hanya…
Kedengaran laungan muazin di hujung kampong
Mempersilakan tetamu istimewa berkumpul mencari redha
Kami sedar mungkin rahmat telah turun semula
Setelah kami tertipu seketika mendengar laungan gembala dahulu
Lalu segerombolan umat sekali lagi sedar dan pergi ke jalanan
Kali ini sedikit berbeda
Tidak ada gendang…panglima..orang bersilat ataupun gembala
Tetapi yang ada hanya gelanggang seluas alam maya
Dan terpulang kepada kami untuk bersilat atau tidak
Dihadapan PENCIPTA kami…
fauzi-MFA
TELAH DI DEKLAMASIKAN PADA MALAM KEMBARA SENI 2005
KOLEJ ALAMANDA KAMPUS TETAP UNIMAS
Monday, January 17, 2011
giler sebelum waras kembali.
penghujung semester 2.
tahun akhir.
sebuah tempat.
jauh dari kotaraya.
kolej alamanda.
kota samarahan.
dua tiga manusia.
berdiskusi.
sebuah projek.
sebelum meninggalkan.
'unimas gemilang'
projek seni untuk mahasiswa.
dengan surah.
'malam kembara seni'
semua dijemput.
untuk beraksi.
dari bawah tanah.
ke dalam masjid.
dari kaki disko.
ke kaki library.
dari yang berdarah melayu.
ke yang mengaku iban dan melanau.
tiada sponsor.
tiada kertas kerja.
yang ada.
hanya semangat.
mahasiswa menggugat.
tiada pencahayaan hebat.
yang ada pelita minyak tanah.
tiada audio gempak.
yang ada hanya sebuah khazanah.
selepas isyak.
waktu kuching.
semua bising.
dalam senyap.
ketuhanan.
kemanusiaan.
kepedulian.
kemahasiswaan.
bermonolog.
tahun akhir.
sebuah tempat.
jauh dari kotaraya.
kolej alamanda.
kota samarahan.
dua tiga manusia.
berdiskusi.
sebuah projek.
sebelum meninggalkan.
'unimas gemilang'
projek seni untuk mahasiswa.
dengan surah.
'malam kembara seni'
semua dijemput.
untuk beraksi.
dari bawah tanah.
ke dalam masjid.
dari kaki disko.
ke kaki library.
dari yang berdarah melayu.
ke yang mengaku iban dan melanau.
tiada sponsor.
tiada kertas kerja.
yang ada.
hanya semangat.
mahasiswa menggugat.
tiada pencahayaan hebat.
yang ada pelita minyak tanah.
tiada audio gempak.
yang ada hanya sebuah khazanah.
selepas isyak.
waktu kuching.
semua bising.
dalam senyap.
ketuhanan.
kemanusiaan.
kepedulian.
kemahasiswaan.
bermonolog.
antara 'nekbat dan akok kedut'
secawan kopi o.
panas.
sekeping roti bakar dengan kaya.
penjuru sebuah kedai lama.
bising.
dengan pelbagai berita.
mengalahkan tv3.
dan utusan malaysia.
namun yang pasti.
di sini bukan tempat untuk bicara.
tentang INTERLOK.
di sini juga bukan tempat bercinta.
uda dan dara.
yang pasti.
ini tempat rakyat.
melayu..
cina..
india..
kadazan..
iban..
siam..
semoq beri..
berkenalanlah kalian.
dengan jujur.
jangan berlakon.
demi.
sebuah negara bangsa.
panas.
sekeping roti bakar dengan kaya.
penjuru sebuah kedai lama.
bising.
dengan pelbagai berita.
mengalahkan tv3.
dan utusan malaysia.
namun yang pasti.
di sini bukan tempat untuk bicara.
tentang INTERLOK.
di sini juga bukan tempat bercinta.
uda dan dara.
yang pasti.
ini tempat rakyat.
melayu..
cina..
india..
kadazan..
iban..
siam..
semoq beri..
berkenalanlah kalian.
dengan jujur.
jangan berlakon.
demi.
sebuah negara bangsa.
Sunday, January 16, 2011
'korang nyior'
kepada yang bakal.
jadi ayah.
jadi bonda.
simpanlah kewangan.
anak kalian dari dia lahir.
untuk pendidikan.
sebelum anak-anak.
dengan sekeping ilmu.
dengan beribu hutang.
tanpa pekerjaan.
jadi ayah.
jadi bonda.
simpanlah kewangan.
anak kalian dari dia lahir.
untuk pendidikan.
sebelum anak-anak.
dengan sekeping ilmu.
dengan beribu hutang.
tanpa pekerjaan.
Friday, January 14, 2011
malam jumaat..malam sunat.
belum lagi gila.
walau semalam.
asyik gelak ketawa.
dua tempat.
bermain dalam otak.
maarif dan unimas.
maarif.
sms azani.
talipon namat.
magrib pun keje lagi.
talipon along.
masih tidak berhijrah.
sms aida.
dah nak dapat baby.
namat bagitau.
nik min dah keje kat besut.
pindah dari marang.
semua terkejut.
ingat nak bagi kad.
hahaha...sabar bos.
unimas.
lebai masih dengan watak antogonis.
dengan jebat design kat kolumpor.
mat wan budak machang.
cikgu kat ampang.
baru dapat anak.
aber rakan sekuliah.
pak cu nak kawin bulan may ni.
lani nak jumpa ahad ni kat ofis.
mat pedu masih kat kedah..lama doh kawin
mail hafis..nape kau tukar no.
ya dan mat nije..dah dapat anak ke?
azizan dah nak dapat anak kedua.
begitulah hidup ni.
dengan kepelbagaian.
hari-hari yang dilalui.
buat asmanira..
assalamualaikum.
walau semalam.
asyik gelak ketawa.
dua tempat.
bermain dalam otak.
maarif dan unimas.
maarif.
sms azani.
talipon namat.
magrib pun keje lagi.
talipon along.
masih tidak berhijrah.
sms aida.
dah nak dapat baby.
namat bagitau.
nik min dah keje kat besut.
pindah dari marang.
semua terkejut.
ingat nak bagi kad.
hahaha...sabar bos.
unimas.
lebai masih dengan watak antogonis.
dengan jebat design kat kolumpor.
mat wan budak machang.
cikgu kat ampang.
baru dapat anak.
aber rakan sekuliah.
pak cu nak kawin bulan may ni.
lani nak jumpa ahad ni kat ofis.
mat pedu masih kat kedah..lama doh kawin
mail hafis..nape kau tukar no.
ya dan mat nije..dah dapat anak ke?
azizan dah nak dapat anak kedua.
begitulah hidup ni.
dengan kepelbagaian.
hari-hari yang dilalui.
buat asmanira..
assalamualaikum.
Subscribe to:
Posts (Atom)